Jon, Opportunity-nya apa?

Anak Kecil

Kumpulin padinya yah, dek...

“Kesempatan mungkin tidak datang dua atau tiga kali.”

Ada seorang pemuda yang ganteng, sebut saja namanya Jojon. Ia baik, humoris, cerdas, dan memiliki keistimewaan lainnya, hingga membuat sebagian wanita kagum. Tidak sedikit yang ingin menjadi kekasihnya. Ada pepatah, “Luar tidak sama dengan dalamnya”.

Dua tahun yang lalu ia pernah memacari wanita yang sudah memiliki kekasih. Waktu itu, wanita tersebut sedang cekcok dengan pacarnnya, lalu Jojon menyelinap perlahan, memberikan perhatian dan rayuan gombal. Setelah satu tahun berpacaran, ia putus lalu dekat lagi dengan wanita lain. Kali ini ia berhasil berhubungan dengan wanita yang sedikit nakal. Sempat beberapa kali ia melakukan praktek-praktek diluar kebiasaan budaya timur bersama kekasihnya itu.

Dalam perjalanannya, hubungan mereka tidak mulus. Ada banyak perdebatan, namun tidak sampai main fisik. Hingga akhirnya mereka putus, dan berlanjut kembali dalam artian hubungan tanpa status, hanya untuk melanjutkan memori cinta berdua. Tak lama, hadirlah dua wanita baru yang menyukai Jojon. Ada Shinta dan Amel, wanita yang kaya juga manis dan keduanya bersahabat. Awalnya, Amel mengenal Jojon karena sering mendengarkan curhatan Shinta mengenai lelaki idamannya itu. Pernah pula beberapa kali, sewaktu menemani Shinta, ia bertemu Jojon.

Shinta lebih dulu mencintai Jojon dan dengan sadar Amel mengetahuinya. Dalam prosesnya, setelah beberapa kali komunikasi. Akhirnya Amel memberanikan diri melangkah lebih jauh, ia intens sekali menghubungi Jojon. Dan mereka pun akhirnya kian dekat. Di lain keadaan, Jojon awalnya tidak tahu kalau Shinta menyukainya.

Di suatu malam, Amel secara gencar mengirimkan sms pada pria ganteng itu. Singkatnya, Amel menyatakan cintanya pada Jojon. “ Jon, gue suka sama lu. Karna lu itu baik dan lucu. Tapi, berat euy gue nya…”, keluhnya. “Emang knp mel?”, balas Jojon. “Gimana yah…si Shinta juga suka ama kamu, say…”, timpalnya.

Untuk Amel, Jojon mengenalnya sebagai wanita yang pernah ditinggal seorang laki-laki di masa lalu dan itu sangat menyakitkan. Kalau Shinta, ia tidak terlalu ingin menjadikannya kekasih, ini terkait selera. Tetapi sangat terbuka untuk dimanfaatkan. Seperti yang pernah ia lakukan pada dua wanita lain sebelumnya.

Ada beberapa kesempatan yang bisa Jojon lakukan. Pertama, ia sangat bisa memanfaatkan Shinta dan Amel untuk kepentingannya sendiri. Misalnya; Bisa memilih siapapun dari keduanya untuk kencan buta atau semacamnya. Kedua, ia bisa memilih salah satunya dan berharap setelah putus, dengan sedikit rayuan dapat menggaet si wanita yang lainnya. Ketiga, ia memilih satu diantaranya dan tegas. Pilihan lainnya, berusaha mengambil sikap untuk kebaikan bersama.

Sepertinya kesempatan pertama dan ketiga lebih baik dari yang lainnya. “Cape deh kalo mesti mikirin perasaan orang laen, mending gue seneng-seneng dululah..” ini manusiawi sekali! Apalagi dia memiliki daya tawar yang lebih tinggi dibanding kedua cewe manis itu. Karena ia dicintai, bukan mencintai. “Gue nggak akan nembak, biarin aja mereka yang nembak, hihihi…”. Sangat sulit untuk menjalankan pilihan terakhir, “Males banget, hari gene mikirin kebaikan bersama?! Hah!”.

Dalam keseharian, ada banyak kesempatan. Baik itu soal asmara, study, pekerjaan, relasi, dan lainnya. Tuntutannya beragam! Terkadang mengharuskan kita mengambil pilihan yang terkesan egois, “Amang tahe! Mending dia yang rugi, masa gue terus!”. Sering pula kita terpaksa memilih diam, hingga seperti insan yang tidak memiliki pendirian. “Dilema bos! Mending aku diem aja, ntar nggak enak sama si Poltak ama Tiur.” Mungkin juga kita lebih mendukung Poltak lalu menyalahkan Tiur, atau sebaliknya. Itu terjadi dalam langkah hari-hari.

Seorang mahasiswa bisa mendapatkan nilai A atau E. Hanya saja, nilai A bisa mendorongnya cepat lulus dan membahagiakan orangtua. Kalau nilai E, memungkinkannya untuk mendalami mata kuliah dan belajar semakin dewasa serta menghargai kegagalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s