Menawar Wasior, Mentawai, dan Merapi

4 Oktober lalu, Wasior terkena banjir bandang. Mengakibatkan puluhan orang meninggal, ratusan orang terluka dan sebagian lagi mengungsi. Awalnya banyak orang menduga karena adanya pembalakan liar, namun pihak yang berwenang menyatakan itu terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Apapun penyebabnya, bencana itu sudah menjadikan Wasior seperti kota mati untuk beberapa waktu. Semua sarana umum ludes bersama genangan air. Sungguh, menghadirkan keprihatinan!

Tak mau kalah, gempa berkekuatan 7, 2 skala richter yang diikuti tsunami menghantam kepulauan Mentawai tanpa ampun. Korban berserakan, 112 orang tewas, 502 orang dinyatakan hilang, dan 4.000 manusia lainnya mengungsi. Selain itu, 119 rumah rusak berat. Untuk korban tsunami sementara belum bisa dievakuasi, karena lokasi yang sulit dijangkau.

Ada lagi krisis lainnya, Jakarta banjir! Macet total! Mereka yang pulang kerja jam lima sore tiba di rumah jam dua subuh. Ratusan insan mengeluh dijalanan, namun ada ribuan orang pula yang dengan sabar dan berdoa agar tercipta solusi untuk ibukota kebanggaan kita itu.

Belum selesai soal banjir dan kemacetan Jakarta, sekarang Merapi mengamuk! Sampai hari ini ada 25 orang yang tewas akibat lahar dan awan panas. Mbah Maridjan yang menjadi juru kunci pun ikut menjadi korban, ia ditemukan tewas Rabu pagi, 27 Oktober 2010 pukul 05.00 Wib. Sosok yang selama ini menjadi teladan, semangat, dan juga pribadi yang menjunjung tinggi integritas itu telah pergi. Sebelum beliau meninggal, saya sempat membaca hasil wawancaranya di salah satu media elektronik. Inti dari percakapannya, ia berpesan supaya kita setiap pribadi makin dekat dengan Tuhan dan tetap menjaga dasar-dasar kemanusiaan untuk kebaikan bersama.

Ada banyak ajakan dan doa yang dipanjatkan ribuan orang lewat situs pertemanan, email, sms, telepon, dan sebagainya. Itu menandakan banyak hal. Pertama, Tuhan campur tangan dalam bencana tersebut. Kedua, tragedi ini merupakan peringatan agar tetap memelihara dan menjaga alam. Ketiga, mengajak kita semua untuk menyadari bahwa krisis mampu menjadi peluang menciptakan kebaikan bersama. Memberi makan pada yang lapar, menuang air untuk yang haus, mengusap airmata, dan sebagainya. Indonesia bangkit!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s