Valentine:Kemana Kita, Dek?

“Happy Valentine, yaa..”
“Iya, sama-sama.”
“Valentine mau kemana nih?”
“Belum tau, hehehe..”
“Emang nggak jalan sama pacarnya?”
“Nggak punya pacar, hehehe..”
“Masa nggak punya, sih?!”
“Iya, nggak punya, kalo temen deket sih banyak..”
“Knapa nggak nyari?”
“Oh, gpp..”
“Kan kamu udah cukup umur buat pacaran..”
“Hehehe, gpp..”
“Kalo kamu udah punya pacar?”
“Belum..”
“Kenapa?”
“Biar kamu nggak sendirian, hehe…”
“Hehehe, iya juga, yaaa..”

Itu percakapan singkat saya dengan seorang wanita di jejaring sosial, dan saya belum pernah bertemu langsung dengannya, “Just a fren di pesbuk, hihihi…” Sejujurnya, obrolan ringan itu berhasil membawa saya ke masa lalu, “Maklumlah, kan awak pernah muda juganya, hehe…” Tak lama, sahabat saya menandai sebuah foto, didalamnya tertera, “Belajar jadi jomblo bahagia”. Seketika hati berdemo, “What!Apa matsut, nehh! Ngejek atau menghibur?!” Dan sepertinya ini mendorong supaya saya berencana, “Ada yang mau?! Yuk! Nonton kita, dek! Hehe..” Oh iya, itu saya. Dugaannya, anda pun punya kenangan dan niat untuk merayakannya, “Ayoo, ngaku bet! Hahaha…”

Supaya adil, saya akan bercerita sedikit. Ada beberapa momen Valentine yang saya lalui bersama orang-orang terkasih, termasuk pacar. Suatu kali, saya membeli bunga lalu mengantarnya di tengah-tengah hujan deras. Bunga itu saya selipkan di jaket, “Apa kata dunia, masa eke megang-megang bunga, boo!” Sesampainya di kost doi, dalam keadaan basah kuyub dan kedinginan saya langsung mengetok pintu kamarnya. Begitu keluar, senyumnya seakan menghangatkan sekujur tubuh. “Kamu, hujan-hujan gini..” ujarnya sambil mengusap pipi saya. “Yank, ini bunga cinta untukmu…” kata saya sembari memberikan mawar itu. Selanjutnya, “Cerita bersambung tahun depan, hehe…”

Saya yakin, anda juga punya cerita yang berkesan. Kesepakatannya, apapun cerita itu, didalamnya menunjukkan bahwa kasih sayang mampu mendamaikan anda, saya, mereka, dan dunia ini. Menembus batas-batas penalaran manusia, karena itu adalah titipan Tuhan yang mendorong anda dan saya berlaku atas nama cinta pada siapapun, bukan atas dasar kebencian. Nah, kalau gitu, atas nama cinta, “Kemana kita, dek?”

“Love is more than three words mumbled before bedtime. Love is sustained by action, a pattern of devotion in the things we do for each other every day.” – Nicholas Sparks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s