Ini Soal Albertus Patty!

“Horeeee! Itu Papa! Akhirnya bisa pulang…” [Sheliah Patty].

Kata itu sering saya dengar tiap kali bertemu Sheliah di GKI Maulana Yusuf. Maklum saja, dia punya Papa dengan seabrek kegiatan. Mulai dari ceramah, andil memperjuangkan HAM, apalagi dia juga milik semua orang. Waktunya lebih banyak habis di luar rumah. Ia rela mengorbankan cengkrama bersama Kak Sondang, Irene, juga si bungsu Sheliah, demi memenuhi panggilannya, tidak hanya sebagai pendeta, namun juga pejuang pluralitas yang anti marjinalisasi. Sheliah, sampai kapan mesti jarang bertemu senyum, candaan, dan pelukan papanya?

Kita pernah punya Alm. Pdt. Dr. Eka Darmaputera, tokoh sekaligus intelektual Kristen yang aktif memperjuangkan gagasan pluralitas. Eka pernah berkata, “Something which is good only for christians is un-christian. Yang kristiani adalah kalau itu baik bagi semua orang.” Jelaslah kalau pluralisme bagian dari kekristenan, sebab; menerjang diskriminasi, dan sangat menghargai hak-hak kemanusiaan. Pasca Eka, gadang-gadang penggantinya adalah Albertus Patty. Tentu, kita bersorak atas torehan Eka di masa lalu, dan kini semakin bergembira. Tuhan kian menyatakan kemanusiaan atas nama cinta dalam diri Albertus Patty juga anda dan saya.

Hari ini, Berty, sapaan akrab teman-temannya, genap berusia 50 tahun dan sedang berada dalam garis 25 tahun pelayanannya sebagai pendeta juga aktivis kebangsaan. Sungguhlah Tuhan berbaik hati, senantiasa menjagai dan memperlengkapi lelaki berkulit hitam berdarah Ambon ini. Tanda itu jelas, dari berbagai pencobaan, ia disertai! Karena keyakinannya, bahwa perjuangan kemanusiaan itu didukung penuh Sang Pencipta Dunia! Tidak ada yang bisa memastikan apalagi tantangan yang akan dia terima di masa-masa nanti. Dengan Tuhan yang sama, ia akan senantiasa mendorong kebaikan bersama tanpa pandang agama, suku, usia, arus politik dan sebagainya.

Saya begitu yakin dengan apa yang dilakukan Albertus Patty karena sebagai salah satu pribadi dan saksi mata yang diubah, dibentuk, serta didorong Tuhan lewat ulama yang sering teriak-teriak di mimbar ini. Dulu, saya tidak mengenal masa depan, hampir berhenti kuliah, tidak suka membaca dan menulis, bahkan tidak peduli orang lain. Perkenalan dengan beliau membuka mata hati, betapa Tuhan mencintai kehidupan saya juga dunia ini, dan berharap supaya potensi saya ditebar untuk kebaikan di keluarga, gereja, anak-anak muda, dan Indonesia tercinta.

Hasilnya bukan hanya saya yang merasakan. Kita sama-sama saksikan generasi pembelajar, kritis, dan kebangsaan masa kini, yang tidak hanya ada di gereja, mereka berserak di kampus-kampus, LSM, instansi pemerintah, partai politik, juga di masyarakat. Masih banyak yang akan dilakukan Broer bersama anda dan saya. Dan dengan senang hati kita menanti dokumentasi pemikiran-pemikirannya dalam bentuk buku maupun audio.

Tidak ada yang luput dari penilaian ‘lain’. Saya pernah seperti dibiarkan sendiri setelah dimotivasi untuk mengembangkan diri dan sebagainya oleh beliau. Mungkin anda juga pernah mengalaminya, “Ah! Ini gimana Pdt. Patty! Nggak pernah ada di Bandung, di Jakarta mulu!” itu ucapan yang saya pernah dengar dan ucapkan pula. Kini tahulah saya, bahwa ketika meninggalkan saya sendiri, ia bermaksud agar saya semakin mengandalkan Tuhan, mandiri serta giat memperlengkapi diri dengan membaca, tulis-menulis, diskusi, ceramah, dan sebagainya, untuk kemuliaan Tuhan.

“Berty, berbahagialah kita semua. Tuhan memberi keluarga yang sangat mengerti, kesehatan, kesempatan, dijagai dan utamanya kekuatan untuk senantiasa memenuhi panggilanNya.”

*Dari anak-anak ideologis…

4 thoughts on “Ini Soal Albertus Patty!

  1. Syallom,

    pdt. albertus patty menggembalakan di gki mana saja ya? saya juga ingin berdiskusi dengan beliau . trims.

    • Selamat siang Nadia. Sekarang Pdt. Patty melayani di GKI Jl. Maulana Yusuf No. 20 Bandung. Untuk nomer kontaknya bisa saya kasih, bisa hubungi saya di 085721429298. Trims.

  2. Saya pernah punya niatan untuk menjadi pendeta. Namun, saya butuh berkonsultasi banyak dengan seorang Pendeta. Saya merupakan mahasiswa di Bandung, dan beberapa kali mendengar beliau berkhotbah di GKI MY. Apakah beliau mempunyai waktu untuk orang-orang seperti saya? Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s