Memberi dengan Kemurahan Hati

Ada satu rahasia penting yang sebaiknya anda tahu. Apa? Memberi, apalagi dilakukan dalam kemurahan hati, adalah sumber terpenting dalam memperoleh kekuatan dan kebahagiaan. Paulus adalah salah satu orang yang berhasil menyingkapkan rahasia ini. Paulus, yang doyan memberi bantuan kepada orang-orang miskin serta rajin memotivasi orang lain untuk memberi, merasakan kebahagiaan dalam memberi. Tanpa ragu, Paulus berucap, “Adalah lebih berbahagia memberi, daripada menerima” (Kis. Rasul 20:35).

Andrie Wongso bilang, “Memberi itu menyehatkan.” Wongso pun berkisah. Konon, John Davison Rockefeller adalah orang kaya yang tidak bahagia dan sulit tidur. Ketika ia terserang penyakit akut, Dokter memvonis hidupnya tidak akan lama. Lalu Rockeffeler memutuskan mengubah hidupnya untuk menolong kaum papa dan orang miskin. Apa yang terjadi? Kesehatan pengusaha minyak asal AS ini membaik.Berlawanan dengan perkiraan dokter, ia hidup sampai umur (nyaris) 98 tahun, dan namanya dikenang sebagai seorang dermawan.

Bill Clinton dalam bukunya “Giving” mengungkapkan tentang kebahagiaan yang ia rasakan dalam memberi. Clinton mengisahkan pengalamannya bahwa sejak masih kanak-kanak, ia belajar tentang memberi dari gereja. Pertama-tama, ia belajar memberikan persepuluhan, lalu menyisihkan uang guna membantu berbagai proyek kemanusiaan. Bukan hanya belajar memberi uang, Clinton juga belajar memberi waktu dan bahkan memberi diri. Clinton terlibat total dalam pekerjaan relawan untuk memberdayakan kaum miskin dan yang kurang beruntung.

Ketika masa jabatannya di Gedung Putih berakhir, Clinton termotivasi membaktikan hidupnya untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain sehingga memperkuat jalinan kemanusiaan di dunia ini. Clinton mewujudkan niatnya dengan mendirikan Yayasan Clinton yang melakukan berbagai proyek kemanusiaan, termasuk melayani para korban penderita HIV/AIDS. Clinton mengakui bahwa aspek yang paling memuaskan dan membahagiakan hidupnya kini adalah ketika pelayanan kemanusiaan yang ia lakukan itu memberikan dampak positif bagi kemanusiaan. Clinton mengungkapkan kebahagiaannya ketika yayasannya berhasil menyelamatkan hidup Basil, seorang bayi Kamboja, yang sejak lahir mengidap HIV. Ketika Basil dinyatakan sehat, Clinton bersukacita dan sangat terharu!

Betapa banyak orang yang membaktikan dirinya dalam kegiatan kemanusiaan demi kebahagiaan sesama. Kita mengenal Suster Teresa yang melayani orang-orang miskin di Kalkuta, India. Ada Tri Mumpuni yang membaktikan dirinya dalam penyediaan listrik bagi masyarakat kurang mampu di berbagai desa di Indonesia. Ada banyak orang, tua-muda, kaya-miskin, laki-laki dan perempuan yang, dalam cinta dan kemurahan hati, tergerak memberikan dana, waktu dan bahkan diri mereka untuk melayani sesama. Mereka menerjunkan diri melalui berbagai organisasi kemanusiaan dalam berbagai bidang pelayanan seperti melayani orang miskin, membersihkan jalan dan sungai, membangun dialog dan kerjasama antar umat beragama, menjaga kelestarian hutan, memberdayakan masyarakat pedesaan, dan sebagainya. Mereka tidak pernah merasa rugi. Sebaliknya, mereka merasakan sukacita dalam senyum, tawa dan pelukan bahagia orang-orang yang mereka layani.

Seluruh hidup Yesus bisa diungkapkan dalam satu kata: Memberi! Yesus memberi diri dan hidupNya untuk keselamatan semua orang di dunia ini. Dimana pun, kapan pun dan berjumpa dengan siapa pun, Yesus pasti melayaninya. Dalam pelayananNya, Yesus tidak pernah melakukan pembedaan. Setiap orang dikasihiNya. Setiap orang dilayaniNya. Oleh karena itu, Yesus menggunakan hampir setiap detik hidupNya untuk melayani dan memberi kebahagiaan bagi sesama. Yesus menyembuhkan orang sakit. Ia memberi makan mereka yang kelaparan. Ia menolong pelacur dan menerima pengidap kusta yang secara sosial dan spiritual dianggap sampah masyarakat. Yesus mengubah Zakheus, sang pemeras rakyat menjadi seorang dermawan.

Nah, anda mesti tahu satu lagi hal penting: tidak pernah terlambat atau terlalu dini untuk mulai memberi sebagai ungkapan melayani. Martin Luther King Jr, seorang tokoh pembela hak azasi manusia, pernah berkata, “Setiap orang bisa menjadi hebat karena setiap orang bisa melayani.” Marilah kita mulai belajar memberi, melayani!

Pdt. Albertus Patty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s