Putus Asa Menahun Sirna Sekejab

Senin (03/10), sekitar pukul 7 malam saya tiba di Stasiun Gubeng dan langsung menuju RS Husada Utama menemui ayah dan ibu yang sudah lebih dulu tiba. Ini kali pertama saya ke Surabaya. Singkatnya, saya sampai di depan rumah sakit naik becak dan bergegas ke lantai sembilan kamar nomer empat. Apa yang terjadi?

Ruang rawat inap bapak

Setelah buka pintu, saya disambut senyuman bapak! Senang dan rindu sekali! Saya peluk dia erat-erat begitu juga mama, saya belai rambut dan cubit pipinya. Saya lihat bapak sudah menggunakan tanda di tangan dan baju pasien. Kami pun melepas rindu, mulai dari cerita selama perjalanan dan rencana operasi. Sejak siang beliau sudah di MRI, cek jantung, dan sebagainya. Sejujurnya saya gemetar!

Enam tahun lebih bapak menderita Trigeminal Neuralgia. Penyakit itu disebabkan bersentuhannya saraf kelima dengan pembuluh darah. Efeknya, pipi seperti kena sentrum, gigi serasa di bor, mata perih, ngunyah atau sikat gigi nyeri sekali. Penyakit ini bisa kambuh karena gerakan mulut waktu makan atau sikat gigi, kena AC, sinar matahari, dan sebagainya. Di Eropa dan Jepang banyak yang mengakhiri hidup karena putus asa.

Ada beberapa opsi penyembuhan. Minum obat setiap hari, suntik botox, atau operasi MDV (Microvascular Decompression). Bapak sudah bertahun-tahun minum obat, tidak sembuh. Belakangan sudah kebal obat. Suntik botox belum pernah karena mesti ke Singapore atau Malaysia, hasilnya juga kurang memuaskan menurut beberapa pasien. MDV menjadi pilihan. Metodenya: tengkorak kepala bagian belakang dekat kuping dibor sekian millimeter, lalu dengan alat khusus dicari saraf kelima dan pembuluh darahnya, setelah itu dilakukan pemisahan sejauh mungkin dan dikasih teflon sebagai pembatas. Ketimbang makan obat 11 butir setiap hari, lebih baik dicoba! Pemulihannya bisa dua hari, seminggu, atau dua bulan. Tergantung kondisi fisik pasien.

Malam itu saya dan bapak bercanda-canda supaya tidak tegang, sementara ibu sudah di kamar penginapan. Kira-kira jam 11 kami berdua diantar menemui dr. Sofyanto. Tiba di ruangannya disambut seperti keluarga, padahal baru saja selesai praktek. Sang dokter menjelaskan hasil MRI, metode operasi dan lain sebagainya. Dokter yang masih muda itu sempat bilang, “Kita akan operasi besok pagi, yang penting berdoa!” Katanya mantap. Dalam hati saya berpikir, “Dokter ini dihadirkan untuk menyembuhkan Trigeminal Neuralgia!” Bapak sempat curcol, “Saya pernah putus asa dok. Minta Tuhan cabut saja nyawa saya supaya penderitaan ini berhenti.” Saya sedih mendengarnya, berusaha kuat saja.

Setelah konsultasi, saya mengantar bapak ke kamarnya. Sebelum tidur kami berdoa, “Tuhan, ini bapak yang saya kasihi. Dia anak yang Engkau sayangi. Kami tahu, kami punya Tuhan yang besar! Sertai dalam tidurnya dan tenangkan hati juga pikirannya…” kata-kata itu mengalir bersama air mata. Lalu saya ke kamar penginapan menemani ibu yang capek karena perjalanan jauh. Sewaktu saya mau tidur, tiba-tiba terdengar, “Aku nggak bisa tidur…” Ungkapnya jujur. Saya pahami itu sebagai bahasa kekuatiran. “Mak, kita punya Tuhan yang besar, tidurlah!” Saya coba yakinkan.

Paginya, saya dan ibu bangun jam 5 , langsung menuju ruangan bapak. Suster sudah menunggu dan ternyata bapak masih mandi. Setelah mandi, kami bertiga berbicara sebentar lalu suster memasang infus. Kemudian saya inisiatif mengajak berdoa. Kami tutup mata. Sambil memegang tangan bapak, saya bilang semua harapan kesembuhan pada Tuhan. Setelah itu dia dibawa ke ruang operasi, kami diantar ke ruang tunggu. Pertaruhan pun dimulai!

Kami tiba di ruang tunggu sekitar jam 6, saya terus berdoa dan smsan (sejak malam sebelumnya juga) dengan adik-adik di rumah, ibu dan abang angkat, temen-temen dekat, juga yang lainnya. Berikut beberapa balasannya:

“Stop thinking, just believe..”
“Yah, kita doakan. Jam berapa operasinya?”
“….Terpujilah Tuhan! Maz 103.”
“Sip!”

Entah apa yang merasuki pikiran dan hati saya setelah membacanya. Saya seperti tidak ragu lagi, Yesus ada di ruang operasi itu menjamah, mencari, memisahkan, membuang penyakit yang sudah menyiksa bapak selama sekian tahun. Saya sempat baca Mazmur 103 ((Dia yang mengampuni segala kesalahanmu…penyakitmu..) berulang-ulang dan menyuruh ibu membacanya juga. Sesekali kami bercanda dan menikmati tayangan di monitor. Saya nggak mau bohong, yang ditunggu adalah moment komunikasi dengan dokter sambil menyaksikan apa yang dilakukannya terhadap pria kebanggaan saya itu melalui monitor.

Setelah satu jam lebih, tiba-tiba gambar berganti dan suara dr. Sofyanto menyapa. Oh My God! Kepala bapak sudah di bor! Kami melihat saraf, pembuluh darah, dan otaknya yang berdenyut-denyut. Dengan tenang beliau menjelaskan dan menunjuk tempat saraf kelima juga pembuluh darahnya menggunakan alat setipis rambut. Saya hanya bisa bilang “Iya dok…” berkali-kali tanpa membantah, sementara ibu diam saja. Saya tahu dalam hatinya dia berdoa sungguh-sungguh demi kekasihnya itu. Peristiwa itu terjadi hanya beberapa menit.

Setelah itu kami semakin yakin dan berdoa. Saya sempat melihat mata ibu berkaca-kaca. Satu jam kemudian kami dipanggil ke ICU melihat bapak. Disana sudah ada dr. Sofyanto yang sedang membangunkannya, “Pak Torang, bangun! Lihat ini, siapa hayoo?” Candanya. Menimbulkan semangat dan sukacita. Saya lihat bapak masih dibawah pengaruh obat bius dan pakai beberapa selang. Ibu tersenyum melihatnya. Sekarang beliau dalam tahap pemulihan, semoga lancar dan baik. Dukungan doa, metode pengobatan, dana, dan sebagainya Tuhan sediakan. Terpujilah Tuhan! Terima kasih abang, kakak, ibu, tim dokter, sahabat, PTPN VI dan X, juga yang lainnya. God is able!

*God is Able (Husada Utama, 04/10).

12 thoughts on “Putus Asa Menahun Sirna Sekejab

  1. Br2 ini sy jg didiagnosa neuralgia trigeminal. Saya pengen tau, Apa ÿă penyebabnya neuralgia trigeminal itu? Trus, apakah ada efek samping operasinya? Thanks…

  2. Selamat malam om,
    Neuralgia Trigeminal itu disebabkan bersentuhan atau nempelnya pembuluh darah dengan syaraf ke 5. Pembuluh darah berhubungan dengan jantung dan itu kan berdenyut-denyut hingga menganggu syaraf ke 5 dan menyebabkan rasa nyeri serta terbakar di bagian muka (bisa sebelah kanan atau kiri)

    Metode operasinya, pembuluh darah dijauhkan sejauh mungkin dari syaraf ke 5 dan diberi pembatas.

    Ayah saya dioperasi tahun lalu om. Tidak ada efek yang mengganggu, begitu juga dengan pasien-pasien lainnya yang sudah dioperasi dokter tersebut. Kalau om mau konsultasi ke dokter sofyanto langsung bisa. Sekarang beliau praktek di RS Bedah Surabaya.

    Om juga bisa ngobrol-ngobrol dulu dengan ayah saya. Tolong om kirim no hp om ke saya, 085721429298. Atau tinggalkan nomer hp om di sini, nanti saya hubungi.

    Om juga bisa lihat langsung di webnya: http://www.tnindonesia.org/

  3. SYALOM, mama saya umur 71 tahun juga menderita, penyakit yang sama, saya sampai sedih melihatnya karena sulit makan dan mengerakan wajahnya, boleh share nama dokter syaraf yang menagani papa anda di RS HUSADA sby? terima kasih. God bless

    • Selamat sore Kak Meri.
      Boleh mbak, nomer hp mbak Meri berapa? Atau bisa hubungi saya di 085721429298.

      Namanya Dokter Sofyanto, sekarang udah nggak praktek di Husada, pindah ke RS Bedah Surabaya. Nomernya saya share via sms aja yah.

  4. Saya penderita penyakit ini(T-N)..sudah berbagai obat saya coba(carbamazepine..Tagretol)sifat penyembuhan hanya sementara..akhirnya mendapatkan obat yang bisa mengatasi penyakit ini..”HABBATUSSAUDA”..3 X 3 capsul per hari..Alhamdullillah…mudah2an bisa membantu teman2 sependeritaan..

    • Bang rudy…saya jg penderita TN,,,klo boleh sy tau,obat HABBATUSSAUDA itu bisa di beli di semua apotek?dan apakah itu di konsumsi terus menerus?lalu bagaimana kondisi bang Ruddy,apa sudah sembuh total?trimakasih

  5. Syahloom omm saya uwiek Saragih ,Sy menderita penyakit ini sudah 1 tahun dan MSh merasa sakit,Sy menulis pesan ini Dr rumah sakit dipenang om..bs bantu Sy om untuk lebih jauh tentang Dr yang jangankan om…tks omm Gbu…

  6. Syalom. Sebelumnya, salam kenal Uwiek. Uwiek bisa langsung konsultasi dengan dokternya. Saya bisa kasih nomer telp dr. Sofyanto. Tapi saya tidak bisa kasih lewat sini. Saya akan kirimkan via email. Boleh minta alamat email Uwiek? Trims.

  7. Slm kenal om,. Ayah sy jg di diagnosa terkena trigeminal neuralgia. Mau tanya brp total biaya utk operasinya om? Dan sekarang gmn keadaan ayahny, apakah stlh operasi sembuh total atau kumat lg? Mkasih

  8. Salam kenal. Nama panggilan kamu siapa?
    Iya, sudah sembuh, kadang kumat sedikit-sedikit, tetapi lebih ringan dari yang dia rasakan sebelum operasi. Biayanya waktu itu sekitar 65 juta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s