Kertas China Bukan yang Terakhir

“Senanglah hatiku, ini tahun kedua bersamamu. Harapanku ini bukan valentine yang terakhir. Aku masih mesti bersamamu…” (Di atas kertas China merah, 2004).

Tulisan itu masih saya ingat sampai hari ini walaupun telah berpisah tujuh tahun dengan mantan kekasih. Belakangan, setiap tahun saya merayakan Hari Kasih Sayang dengan wanita yang berbeda-beda. Bukan kesannya tidak menarik, hanya saja wanita di 2004 itu masih saja mengingatkan saya akan cinta, kejujuran, dan ketulusan.

Mendalam, untuk setiap tutur kata, pemikiran, dan sikap yang dia persembahkan bagi saya selama berpacaran. Saya tidak pernah merasa sebagai pria sebelum bertemu dengannya. Kesadaran saya di masa kini, terlalu banyak pelajaran, melalui semangat dan cinta yang pernah dia berikan. Tidak terduga saya sudah sejauh ini melangkah tanpa dia.

Sekali lagi, terima kasih wanita masa lalu. Tidak ada yang bisa saya salahkan atas putusan-putusan masa lalu, semuanya memang untuk yang terbaik. Kali saja sekarang dia sedang memperhatikan saya, tidak dari dekat, dari kejauhan sana. Saya percaya, dia bergembira atas apa dan siapa saya yang sekarang.

Tidaklah lagi saya menemukan perempuan sekokoh dan sedewasa dia? Masih ada wanita yang lebih hebat darinya bahkan lebih cantik dan dewasa. Hanya saja, saya tidak merasa dia hilang dari hati. Untuk kesadaran yang sebaik-baiknya atas pengalaman saya, dia wanita terbaik. Dengan ingatan itu, saya tidak akan meninggalkan apalagi membiarkan wanita yang ada di hadapan saya saat ini pergi.

Semua yang berharga dititipkannya pada saya. Itu akan menjadi bagian dari bekal saya berhadapan dengan wanita yang sedang Tuhan kenalkan pada saya belakangan ini.

Katamu, semoga ini bukan valentine yang terakhir… Itu untukmu wanita yang sekarang.

“Teruslah belajar untuk benar-benar mengasihi dan mencintai dengan kejujuran juga komitmen. Itu cinta untuk aku dan engkau…” (Di atas kain merah, hitam dan putih, 2012).

2 thoughts on “Kertas China Bukan yang Terakhir

  1. Hai Jeff, apa kbr?
    Kertas China itu kertas angpaw, disitu dia tuliskan semua harapannya waktu itu.
    Kalau kain merah, hitam, putih itu tanda dari seseorang yang aku terima beberapa bulan yang lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s