Cinta yang Mengalahkan Dunia

Son: “Look! The North Star.”
Father: “Which one?”
Son: “The brightest one…. Every time you see it, it means someone is thinking about you.”
Father: “And who is thinking about you now?”
Son: “You…”

“Most” -The Bridge-

Itulah bagian percakapan seorang anak dengan ayahnya sebelum sang anak berpisah untuk selamanya. Lado begitu mencintai ayahnya, begitu pula sebaliknya. Mereka berdua sangat dekat dan seperti tidak terpisahkan. Ayahnya bekerja sebagai operator jembatan gantung. Tugasnya menaikkan jembatan ketika ada kapal yang akan melintas dan menurunkan jembatan ketika kereta api akan lewat.

Suatu hari, karena ingin selalu bersama dengan ayahnya, Lado meminta supaya ia ikut menemani ayahnya bekerja. Sang ayah pun mengiyakan. Lado begitu senang. Mereka berkejar-kejaran melintasi rel, tertawa, tersenyum, dan mancing bersama. Di saat sedang asyik mancing, ayahnya teringat akan jadwal kapal dan kereta yang akan melintas, lalu ia berniat menuju ruang operator. Sebelum meninggalkan Lado di pinggir sungai, ayahnya berpesan, “Tunggu disini, jangan kemana-mana. Aku akan kembali dalam waktu 13 menit, tetap disini,” pesannya. “Baik, tuan!” jawab Lado.

Lalu ayahnya menuju ruang operator dan menaikkan jembatan gantung supaya kapal bisa lewat. Setelah itu menuju ruangan lain mengecek mesin. Di lain tempat, Lado yang sedang asyik mancing tiba-tiba melihat asap dan mendengar suara kereta api menuju jembatan gantung, sementara posisi jembatan sedang dinaikkan. Lado pun berteriak, “Daddy! Daddy! Daddy! The trains coming too soon!” Namun sayang, ayahnya tidak mendengar karena sedang memeriksa mesin.

Dengan langkah cepat didasari panggilan kemanusiaan, Lado pun berlari ke dekat jembatan untuk menarik tuas manual agar jembatan bergerak turun. Di lain keadaan sang ayah sadar dan melihat Lado sedang bersusah payah meraih tuas tersebut. Karena badannya kecil, ia terjerembab dan terjepit katrol. Sang ayah pun diperhadapkan pada dua pilihan, siapa yang akan diselamatkan? Sementara kereta semakin dekat. Kalau jembatan diturunkan, anaknya akan remuk dan meninggal. Kalau tidak diturunkan, semua penumpang kereta akan menghembuskan nafas terakhir. Dengan sedih dan pertimbangan kemanusiaan, jembatan pun diturunkan. Kereta melaju lancar jaya dan Lado menuju surga.

Setelah kereta melintasi jembatan, sang operator berlari dan menangis sejadi-jadinya di pinggir rel. Dia kehilangan anak semata wayang yang dikasihinya sepenuh hati. Dia sudah membunuh penyemangat hidupnya dan tidak akan ada lagi yang menemani hari-harinya.

Rupanya, kereta itu berisi orang-orang yang putus asa, kesepian, pembohong, koruptor, pejahat, perampok, pemabuk dan semacamnya. Sialnya, ada seorang wanita sedang memakai putaw di kereta tersebut. Saat melihat operator itu menangis, wanita pemabuk itu membuang putawnya dan berpikir, “Kenapa dia menangis?” Akhirnya dia ingat, sebelumnya dia pernah bertemu dengan operator itu sedang menggendong anaknya di stasiun kereta.

Singkat cerita, Lado mati demi orang banyak. Sampai suatu hari wanita pemabuk itu mengunjungi sang operator sambil menggendong anak kecil. Saat itu sang operator merasa bersukacita, bahwa kematian Lado telah membawa harapan dan kehidupan baru bagi wanita itu juga orang-orang yang menumpangi kereta tersebut.

Kita seringkali berhadapan dengan hal-hal yang demikian. Antara menyelamatkan diri sendiri dan orang yang kita cintai atau menyelamatkan orang lain dengan mengorbankan diri sekaligus orang yang sangat kita kasihi. Manusiawinya, lebih elok menyelamatkan diri dan orang yang disayangi ketimbang orang lain yang tidak kita kenal bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya.

Film itu bercerita lain. Lado dan ayahnya lebih memilih mewujudkan cinta yang mengalahkan dunia. Kalau saja kita berhadapan dengan pilihan-pilihan itu lagi, maukah kita seperti sang operator atau Lado yang bernurani juga pemberani?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s