Terima Kasih Pak H. Mustofa

Pukul 6:30, dengan melambaikan tangan kepada Mba’ Ndari aku berangkat menuju gereja. Sebelum mencapai jalan besar, aku harus melewati 8 set polisi tidur. Dengan masing-masing 3 gundukan, memang efektif menjaga kecepatan demi keamanan anak-anak yang kadang bermain di jalan. Ya, konsekuensi dari terbatasnya ruang publik di sekitar kami.

Di kejauhan tampak Pak H. Mustofa, tetanggaku, memasuki komplek. Kemungkinan besar pulang olah raga, seperti kebiasaannya. Dalam hati aku memuji beliau atas disiplin memelihara kesehatannya. Aku mulai menurunkan jendela kiri dan beberapa saat kemudian kami sama-sama berhenti.

Dengan lembut dan senyum khasnya, Pak Mus menyapaku: “Selamat pagi, berangkat ke gereja ya?” Sambil menetralkan persneling aku menjawab: “Selamat Pagi Pak, ya, mau ke gereja.” Pak Mus menyambut dengan “Alhamdulilah…” Hatiku tergetar dan bergelora mendengar luapan syukur Pak Mus yang sangat tulus dan antusias! Meski sedang menenteng sesuatu di kedua tangannya, Pak Mus tidak terlihat ingin segera melanjutkan perjalanannya dan beliau menanyakan kabar Bill putra kami. Kami masih bercakap-cakap sejenak sampai akhirnya meneruskan perjalanan.

Melintasi jalan-jalan menuju gereja, di tengah rasa bahagia, suara hatiku menanyaiku hingga pikiranku berkecamuk. Dengan jujur akhirnya kuakui, aku belum pernah menaikkan syukur yang begitu mendalam saat tahu tetanggaku pergi beribadah menurut keyakinannya yang berbeda dariku!

Terima kasih Pak Haji Mustofa, Bapak telah menginspirasiku! Ke depan aku akan berterimakasih kepada Tuhan saat tahu kerabat, sahabat, atau tetanggaku, beribadah kepada-Nya. Ritual ibadah adalah wahana perjumpaan dengan Sang Khalik yang mencerahkan, menegur, mengarahkan, membangun, dan menuntun umat-Nya. Dengan keyakinan ini, mereka dan saya adalah insan yang sama-sama mencari kehendak-Nya serta mengejar keinsyafan dan jalan pertobatan yang memungkinkan kami menjadi lebih baik serta menjalani hidup bermakna dengan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia ini melalui profesi dan keseharian.

 

Terima kasih Tuhan!

Jeffrey Samosir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s