Aku dan GKI Maulana Yusuf

GKI Maulana Yusuf (MY), seperti punya kekuatan sihir. Mampu menarik hati saya setiap hari untuk mengunjunginya, bahkan dalam keadaan tidak memiliki kepentingan apa-apa sekalipun. Rumah kedua untuk saya dan banyak orang. Saya dihajar habis-habisan disana.”

Tahun 2005, bersama sisa masa kelam, saya memutuskan terlibat langsung melayani di GKI MY. Bukan apa-apa, itu karena saya kapok nakal, menduga kalau aktif di gereja akan membuat saya jauh lebih baik. Selain itu, dalam pikiran saya yang polos, “Tuhan, saya mau membantu siapapun. Jadikan saya penghibur dan penolong mereka yang kesepian. Supaya mereka tidak merasakan apa yang saya alami sebelumnya.”

Kenyataannya, justru saya yang dihibur dan ditolong. Lewat perkenalan serta interaksi dengan pribadi-pribadi yang peduli, tulus, merangkul, dan saling menajamkan didalamnya, juga proses pelayanan yang saya jalani.

Saya tidak pernah berharap atau bermimpi, bahwa saya akan berdiri sebagai Basar Daniel yang sekarang. Bagi saya, mustahil kala itu kalau saya membayangkan akan menjadi orang yang berguna bagi banyak orang, karena saya anak bandel. Maaf sekali, saya mesti agak sedikit narsis. Bahwa saya sekarang menjadi pribadi yang berguna, terkenal, dan berpengaruh bagi kehidupan banyak orang.

Saya mengatakannya bukan demi kebanggaan saya. Tetapi itulah cara saya meyakinkan Anda kalau GKI MY itu sekolah kehidupan; tempat bertumbuh, bergaul, dan berkarya yang patut Anda datangi. Kita akan mendapati bahwa Tuhan akan dengan begitu luar biasanya memperbaharui kehidupan kita, dari sampah menjadi barang mewah!

Bertepatan dengan HUT GKI MY ke-45 kali ini, saya mengingat sudah hampir 7 tahun melayani, bersama rekan-rekan yang silih berganti, datang dan pergi. Karena memang, GKI MY adalah gereja transit bagi banyak mahasiswa. GKI MY adalah pipa yang mengalirkan air ke berbagai arah. Air itu adalah para pemuda dan jemaat. Jangan heran kalau Anda akan menjumpai jebolan-jebolannya, baik majelis, aktivis, dan jemaatnya berkarya bagi Tuhan dan bangsa ini di berbagai tempat.

Ada yang paling saya ingat. Tidak mudah untuk bertumbuh di suatu gereja, karena itu adalah organisasi. Beragam aturan, kepala, ide, karakter, suku, dan kebiasaan bercampur baur didalamnya.

Jujurnya, saya sudah pernah “berantem” dengan semua pendeta, sebagian besar majelis, dan aktivis-aktivis GKI MY. Belakangan saya sadar, semua proses itu demi pendewasaan spiritualitas, intelektualitas, dan tingkah laku saya. Kalau tidak mengalaminya, saya akan tetap kekanak-kanakan. Proses-proses itu mendorong pemahaman, bahwa saya diciptakan untuk suatu misi; mewujudkan kebaikan Tuhan.

Sampai hari ini, saya menikmati pelayanan pengembangan remaja dan pemuda, kampus-kampus, kelompok diskusi, dsb. Memang, hati ingin terlibat di semua bidang pelayanan yang ada. Tapi saya percaya, Tuhan sudah menaruh orang-orang yang pas di setiap ladang. Lagi pula, saya yakin, berbeda pun lahan yang kita garap, tujuannya sama, demi Tuhan dan bangsa ini.

Tuhan telah berbuat banyak dalam hidup saya, lewat pribadi-pribadi hebat dan pengalaman di GKI MY, dan yang mengalami itu tidak hanya saya seorang. Kesungguhan hati kecil saya, Tuhan senantiasa merestui apa yang menjadi target pelayanan GKI MY masa sekarang dan mendatang. Selamat HUT GKI MY ke-45! Belajar, dihajar, bertumbuh, berbuah, dan berkisah, demi mewujudkan damai sejahtera Allah!

I’ll never know how much it cost

 To see my sin upon that cross

 Here I am to worship!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s