Mak, Sinamotnya 5 Juta!

Aku jadi ikut-ikutan gelisah. Kalau-kalau aku tidak sanggup menyediakan apa yang diminta oleh keluarga calon istriku. Semoga saja aku tidak jadi bujang lapuk karenanya! Terlalu santer sinamot ini!

Sinamot bukan nilai beli anak gadis. Tetapi salah satu bentuk, yang mewakili penghargaan pria terhadap jasa-jasa orang tua si perempuan. Lebih lagi sebagai simbol janji si laki-laki bahwa ia akan menjaga serta merawat cintanya (kekasihnya) itu sebaik-baiknya di depan orang tuanya.

Suatu kali seorang teman bercanda, “Kau bilanglah sama mamakku, kalau berani! Waktu itu ada yang mau samaku, mamakku t’rus bilang, tarok aja kijang inova di depan rumah kami satu.”

Sinamot bisa berbentuk uang, peralatan, dan hewan. Sesuai kesepakatan keluarga laki-laki dan perempuan. Saat ini kebanyakan dalam bentuk uang karena praktis.

sinamotSaya pernah melihat daftar sinamot di jejaring sosial. Dokter 250 juta, PNS 100 juta, yang paling murah lulusan SD. Saya menyimpulkan, “Kalau gitu, yang memungkinkan samaku yang nggak lulus SMP, 5 juta!” Saya mengira itu salah satu cara si pembuatnya memprotes “kebijakan” sinamot.

Saya sedikit akrab dengan budaya Batak. Ayah saya sering bercerita tentang adat Batak. Ia termasuk pelestari budaya Batak. Hampir setiap minggu, bersama ibu, ke arisan juga pesta Batak.

Saya sering mendengarkan kisah pilu sinamot. Ada yang tidak jadi menikah karena besaran sinamot, tragis memang! Ada yang sampai meminjam ke sanak-saudara bahkan bank. Karena tidak punya uang yang cukup untuk memenuhi jumlah yang diajukan keluarga pihak perempuan. Usai pesta, ia akan memiliki profesi baru, penyicil utang sinamot.

Ego saya sebagai laki-laki kadang terbakar, “Memangnya, semahal itu anak gadisnya? Apa jaminannya saya akan hidup bahagia dengan dia? Seberapa berkualitas?” Salah kalau saya berpikir seperti itu.

Kesalahpahaman dan ketidaksepakatan terhadap prinsip sinamot berpotensi besar merusak masa depan dua insan.

Ada pula sangkaan/trend baru. Semakin besar sinamot, semakin tinggi gengsi keluarga pihak perempuan. “Eh, sinamotnya si Tiur itu 150 juta lho!” Jumlah sinamot bukanlah ukuran gengsi suatu keluarga.

Besaran sinamot bisa dirundingkan, tidak kaku. Kalau pestanya diadakan di pihak perempuan, bisa jadi sinamotnya tidak terlalu besar. Begitu pula jika dilaksanakan di tempat pihak laki-laki.

Semangatnya adalah, suatu kebanggaan bagi orang tua jika menjadi tuan rumah penyelenggara pesta anaknya. Apalagi kalau ayah dan ibunya rajin mengikuti pesta Batak. Ia pasti rindu orang lain datang ke acara yang diadakannya sendiri.

Saya pernah mendengar kisah cinta heroik. Karena begitu kuatnya keinginan orang tua pihak perempuan supaya diselenggarakan pesta yang besar, dua sejoli sampai menyatukan tabungan lalu memberikan kepada orang tua perempuan. Tentu tanpa sepengetahuan kedua keluarga. Ada pula kejadian lain, orang tua kedua belah pihak bergotong-royong menyelenggarakan pesta yang sederhana.

Kalau kita berjumpa calon mertua yang terkesan menginginkan sinamot terlalu tinggi, mungkin kita harus berusaha berpikir begini; orang tuanya begitu sayang dan berat akan berpisah rumah dengan anak gadisnya. Mereka akan sangat kehilangan dan tentu setiap orang tua ingin memastikan anak gadisnya hidup bersama pria yang bertanggung jawab.

Adat hadir bukan untuk mempersulit. Tetapi bagian dari cara berkomunikasi, menghargai, dan sedikit banyak menuntun serta mendorong kesantunan kita dalam berelasi. Saya tidak bisa membayangkan hidup tanpa adat.

Kita tidak sedang mengkerdilkan adat, tetapi bagaimana kita mempraktekkanya dengan pendekatan yang sesuai zaman dan diterima oleh semua orang. Tanpa mengaburkan tujuan sebenarnya.

2 thoughts on “Mak, Sinamotnya 5 Juta!

  1. Jadi sinamotnya nona tiur berapa bang? Btw emang cewe batak harus terkesan fisik wajah kotak, mata tajam, suara keras, air muka tegas ya -____- dikantor aku diejek mulu gara2 gak punya itu semuaaaa😥 malah manager HRD ku maksa aku buat pengakuan klo aku bukan org batak😥 mungkin karena aku kelemar-kelemer kali yak *jadi curhat -_- hahahahaha

    • Hahahaha. Nggaklah. Itu hanya seperti candaan aja. Biarin aja diejek-ejek, tapi tetap Batak kan yah.🙂. Bangga jadi orang Batak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s