Everything’s gonna be Alright (Lucu)

Lucu, meski jarang berjumpa, dan kemungkinan selalu saja tidak pasti, aku sedikit mengarah atas apa yang aku tuju di masa nanti. Kuatir kalau-kalau terjadi sesuatu, entah mungkin perasaan bersalah. Kata akhir malam itu, “Kabarin gue kalau lu udah nyampe.” Anggukan pertanda sepakat, semuanya akan baik-baik saja.

Untuk mencapai tujuan akhir, mau tidak mau, kita mesti bersabar menjalani milestone-milestone kehidupan. Beragam, tak terduga, bisa cepat atau lambat. Membuat kita kuatir. Yang jelas, ada hal-hal yang bisa ditarget, ada pula yang mutlak tidak bisa. Entahlah, sampai kapan dan di mana akhirnya.

Senin (4/11) lalu, saya bertemu dua orang yang dekat dengan kehidupan saya. Pribadi pertama yang saya jumpai selalu membuat saya kagum atas semangatnya membangun negeri ini, lewat hal-hal kecil. Mulai dari kepatuhan serta ketekunannya bekerja, juga dalam membagikan ide-ide harapan melalui tulisan. Saya bersyukur bertemu dengannya, walaupun tidak lebih dari dua jam.

Sambil menunggu kabar selanjutnya, saya berkunjung ke Gramedia. Saat asyik memanjakan mata, mata saya menangkap satu judul buku, “Indonesia Mengantarmu Pulang”. Cerita hidup Alm. Kornel M. Sihombing.

Oh iya, saya membeli novel Paulo Coelho, Aleph, membacanya sembari menanti kabar. Belum tuntas memang, namun ada pesan yang saya tangkap, “Karma itu bukan apa yang kamu lakukan di masa lalu dan berakibat pada masa sekarang. Apa yang kamu lakukan sekarang, itu menebus masa lalumu, dan menciptakan masa depanmu.”

Hampir sore, saya melangkah ke pinggir jalan. Melihat keramaian dan kemacetan bercampur aduk. Dalam hati, “Kalau aku kerja di kota ini, bisa jadi dua hari aja aku udah milih mundur.”

Kurang lebih 30 menit saya menikmati pemandangan itu. Tak lama, saya menerima konfirmasi dan mencari angkutan umum. Saya menikmati berdiri, berdempet-dempetan dengan orang-orang yang sudah lelah di bus itu. Singkat saja, 15 menit kemudian saya sampai.

Saya bertemu dengannya, lalu menumpang kendaraan umum, dua kali bertukar, dan tiba di tempat makan saat petang. Sambil makan kami berbincang, lalu pulang.

Esoknya kembali bertemu.kasa

Menonton Captain Phillips dan Thor: The Dark World. Seperti pelari marathon, kedua film itu kami tonton. Sebelumnya saya tidak pernah menonton dua film berturut-turut.

Captain Phillips. Menarik sekaligus mengharukan. Tapi saya tidak terlalu suka dengan film Amerika yang acapkali menonjolkan angkatan perangnya. Ceritanya, Captain Phillips dan teman-temannya membawa kapal kargo Maersk Alabama. Mereka melewati daerah rawan perompak, pantai Somalia. Mereka dibajak!

Di sisi lain, para perompak Somalia tak ubahnya romusha, yang mesti menghasilkan uang atau benda bernilai setiap waktu, karena suruhan bos. Kalau tidak memenuhinya, habis!

Dalam perjalanannya, Captain Phillips sudah merasa sedikit kuatir, sejak menerima surel peringatan akan bahaya perompak Somalia.

Petaka pun datang, dalam percobaan pertama, para perompak gagal karena kepiawaian dan ketenangan sang kapten mengkoordinasikan anak buahnya mengontrol kapal.

Pada kesempatan kedua, para perompak yang sebenarnya berprofesi sebagai nelayan, menemukan cara untuk menaiki kapal kargo itu, dengan tangga.

Perompak itu berjumlah empat orang, masih muda-muda sekali. Nama pemimpinnya Muse, sangat ‘hemat’ berbahasa Inggris setiap kali berbicara dengan Captain Phillips. Ada kata yang sering ia ucapkan kepada Captain Phillips dan anak buahnya, “Everything’s gonna be alright.”

Singkatnya, Captain Phillips dengan tenang menghadapi dan menawarkan diri menjadi sandera kepada para perompak demi menyelamatkan seluruh awak kapal. Kurang lebih, tujuh hari berada dalam sekoci bersama para perompak. Tiga perompak tewas ditembak oleh angkatan laut AS, sementara Muse sudah lebih dulu ditawan setelah bersedia melakukan negosiasi.

Film ini mengingatkan saya tentang ketenangan. Dalam hidup selalu saja ada tantangan. Kita butuh ketenangan berpikir untuk menyadari dan mengelolah solusi yang bisa kita upayakan untuk menuntaskan setiap tantangan. Tidak mudah memang. Semuanya akan baik-baik saja.

Film kedua, Thor: The Dark World. Bercerita tentang kegigihan Thor yang mempertahankan semesta supaya tidak dikuasai oleh kelompok pimpinan Malekith, yang menginginkan semesta dikuasai kegelapan untuk selamanya.

Thor, punya adik laki-laki, Loki. Setelah Asgard pora-poranda dan ibu mereka dibunuh oleh pasukan Malekith, Thor meminta supaya Loki ikut membantunya membawa kekasihnya, Jane Poster, melalui jalan rahasia untuk diserahkan pada Malekith yang ingin ‘menyedot’ kekuatan gelap yang hinggap padanya. Dan pada saat itu Thor meyakini dapat membunuh Malekith. Loki mengiyakan tawaran tersebut, padahal ia masih berstatus tahanan. Thor belajar untuk kembali percaya pada Loki, meskipun sudah sering ditipu. Loki, sejahat-jahatnya, begitu terpukul dengan kematian ibunya, ingin membalaskan dendam.

Thor akhirnya berhasil menggagalkan niat Malekith dan kelompoknya. Dalam adegan terakhir, ayah Thor berharap supaya ia bersedia meneruskan tahta kerajaan. Thor berkata (kira-kira begini), “Aku berpikiran, tidak hanya dengan tahta seseorang bisa berbuat banyak hal untuk kepentingan banyak orang. Setiap orang punya peran yang sama untuk menciptakan kebaikan bersama bagi semesta. Tidak perlu terlebih dahulu menjadi raja.”

Thor mengingatkan, setiap orang punya tugas di dunia ini. Tidak gila pada kekuasaan, setia pada peran dan perkara-perkara kecil akan membuat kita merasa jauh lebih baik. Lainnya, belajar untuk memberikan kepercayaan kepada orang-orang yang sudah pernah membuat kita kecewa, meskipun itu sulit.

Dua film itu selesai dan semuanya akan baik-baik saja. Konsentrasi pada masa sekarang, demi menebus masa lalu dan menciptakan masa depan. Dengan ketenangan berpikir, kesetiaan dalam perkara-perkara kecil, dan kembali belajar memberikan kepercayaan kepada orang-orang yang dekat dengan kehidupan kita. Lucu, everything’s gonna be alright.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s