Ini Perempuannya Basar Daniel

Rame lho! Banyak yang penasaran, kepengen tahu! “Bang, siapa sih perempuan yang lagi kau dekatin?” Pertanyaan itu makin sering dilontarkan belakangan ini padaku.

Ada yang langsung tanya, ada yang pakai intro alias malu-malu. Ada pula yang diam-diam, setia mengamati postingan-postinganku.

Sebenarnya, aku kepengen bilang hari ini semuanya. Supaya nggak penasaran. Baiklah kita buka saja yah.

JANGAN TERLALU MILIH. Itu pesan ayah, ibu, dan adik-adik saya, setiap kali kami bertukar cerita soal calon pacar. Dalam hati, “Mau milih gimana? Yang dipilih juga nggak ada kok.” Saya tidak mau lagi terlalu memilih sejak lima tahun terakhir ini.

Sebentar, ini bukan karena soal usia atau desakan. Saya tidak terpengaruh oleh kedua hal itu, sedikitpun tidak. Saya hanya sadar, saya perlu lebih lentur dan belajar mengukur diri. Seperti yang orang bilang, “Jangan sok atau gengsi yah, Sar!”

JANGAN PERMAINKAN WANITA. Saya harus lebih jujur kali ini. Kata beberapa sahabat, “Sar, yah dia wajarlah buka peluang ke yang lain. Karena dia cari yang terbaik. Udah gitu kan, kalau belum ada yang pasti, ngapain dia cuma fokus samamu?” Betul! Ini nggak salah. Normal dan itu hak setiap orang menemukan yang terbaik.

Nah, kalau saya pun berlaku demikian, apa saya mempermainkan wanita? Tapi saya tak pernah mau melakukannya. Kalau boleh bercanda, “Kenapa perempuan boleh begitu, lelaki tidak boleh. Ini tidak adil bukan. Hahaha…”

ISI HATI WAJIB DISAMPAIKAN, APAPUN RESIKONYA! Saya pernah menyukai seseorang semasa SMA. Waktu PDKT, saya merasa si cewe itu tak terlalu suka tapi tak mau kehilangan, “Aku benci sama yang kayak gitu!”

Tapi, meski saya kesal, saya tetap belum mengatakan isi hati saya. Jadilah saya katakan, “Aku sayang dan pernah berharap bisa jadi kekasihmu. Soal kamu mau atau nggak, itu nggak jadi prioritasku sekarang. Aku hanya mau bilang, aku sayang samamu. Itu aja.”

Jadi, tak seorangpun wanita yang saya dekati tak mendengar isi hati saya. Saya pastikan, kalau pun sekarang saya sedang dekat dengan perempuan, saya pasti akan mengatakannya. Karena itu bagian dari belajar jujur dan bertumbuh.

PANTANGAN PACARAN DENGAN BASAR DANIEL. Cinta pertama saya dulu kuliah di Maranatha. Waktu awal pacaran, saya bilang, “Kalau kamu kentut di depanku, kita putus.” Dia pun mengangguk tanda setuju. Suatu kali, kejadian! Dia kentut di dekat saya.

Seketika, dengan wajah yang sedikit bercanda campur menantang, katanya, “Mau putus?” Hahaha. Saya hanya mematung, tak berani putus dengannya hanya karena buang angin. Jadi, syarat atau pantangan itu tak kaku, lentur saja.

SAMPAI MANA PERJUANGAN BASAR DANIEL? Pernah, Sabtu malam saya harus tidur di pos satpam, supaya esoknya bisa beribadah bersama kekasih saya di Jakarta.

Sebabnya, usai pacaran, saya pulang terlalu malam sehingga begitu sampai di depan rumah teman saya untuk menginap, ia sudah tertidur pulas, tak terbangunkan. Untung satpamnya baik!

Oh iya, pernah membayangkan Basar Daniel bawa-bawa bunga di tengah-tengah mall? Ahahaha! Cukup!

Jadi, kalau diduga terlalu milih, rasanya tidak adil juga yah. Basar Daniel sama dengan lelaki normal lainnya, akan merasa lebih utuh hidupnya kalau bertemu penolongnya.

Jadi siapa perempuan itu, Sar? Tebak-tebak aja dulu yah. Ahahaha.

woman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s