Kinong! Mainkan Satu Lagu Untukku

Sepuluh tahun lebih, setiap kali kau berulang tahun, aku tak disamping. Termasuk kali ini. Tapi, besarlah sukacitaku, karena usiamu bertambah lagi satu tahun. Kau, begitu kukasihi. Tentu, lebih besarlah cinta Tuhan padamu. Selamat bertambah usia, Kinong! Aku rindu mencubit-cubit pipimu.

Pagi tadi kita baru bercakap-cakap.

“Halo, dek! Apa kabar?”

Baik, bang! Apa kabar?”

Baik juga. Eh sekarang ulang tahun yah? Berapa sekarang usiamu?”

“19 tahun. Kau nggak kerja?”

“Oh, masih kecil yah. Hahaha. Ini lagi di kantor. Eh, udah punya pacar nggak?”

“Ah, kau ini, belum. Hahahaha. Kan masih kecil. Kau sudah ada, bang?”

“Heuh! Hahaha. Belum. Selamat bertambah usia yah, dek. Rajin kuliah. Tuhan berkatimu.”

kinongSelalu saja, saya mengingat lagu “Didoa Ibuku Namaku Disebut”, setiap kali saya merindukan adik saya yang paling kecil, cewe satu-satunya, Ida Ulina Novryanti Tampubolon. Dia mengajari saya banyak hal. Mulai dari bagaimana tulus dalam berbuat yang baik kepada sesama, menyayangi keluarga, dan yang terutama soal mencintai Tuhan (yang satu ini saya masih jauh sekali).

Kinong, itu panggilan sayang kami sekeluarga padanya. Pernah, ayah saya ngomel-ngomel.

“Itu kenapa Lina disuruh nyuci piring?”

“Iya, nggak apa-apa, pak. Biar belajar mandiri.”

“Lho, tapi kan kasihan.”

“Pak, meskipun dia satu-satunya perempuan anak bapak. Dia mesti belajar mandiri. Jadi perempuan tangguh. Dimulai dari yang kecil-kecil seperti ini.”

Memang, ayah saya terlalu sayang padanya. Ia tak sampai hati kalau harus melihat boru kebanggaannya itu menyapu halaman, bersihin kamar mandi, dan yang lainnya. Saya pun begitu mengasihinya, tapi saya tidak mau ia menjadi turunan Hawa yang manja.

19 tahun sudah Tuhan menyertaimu, Kinong. Ada banyak yang bertumbuh dalam hidupmu. Kami sekeluarga merasakannya. Semoga kau semakin dewasa yah, dek.

Banyak memang wanita-wanita hebat di dunia ini. Tapi buatku, kau separuh nafasku. Apa yang aku lakukan hari ini bahkan besok, di dalamnya ada kau. Di hati dan pikiranku.

Oh iya, liburan nanti, aku kepengen dengar kau nyanyi sambil main keyboard. Tuhan berkatimu yah!

3 thoughts on “Kinong! Mainkan Satu Lagu Untukku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s