Surat 15 untuk Para Rajawali

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” – Yesaya 41:10

Tahun baru berganti, mudah-mudahan semangat kita pun semakin berlipat. Menatap, berharap, dan bergiat mewujudkan apa yang menjadi mimpi jiwa kita untuk bangsa ini. Apa yang kurang, kita upayakan optimal. Untuk pencapaian, tentu kita mesti memberi penghargaan pada diri kita pula.

Tahun 15 sampai 19 nanti, kesempatan emas untuk menunjukkan betapa kita punya Tuhan yang begitu mengasihi bangsa ini, yang setia membantu kita berbagi terang. Bahkan, tak usah segan-segan. Anda semua mesti duduk di kursi-kursi penentu kebijakan di negara ini. Kau! Anak muda inspiratif!

Baik. Saya akan bercerita dari apa yang saya rasakan di Jambi sana selama libur Natal sampai tahun baru 2015. Malam tahun baru, saya bilang dalam hati saya, “Tuhan, Kalau boleh tahun ini tayang di salah satu TV ya. Semoga Tuhan juga memberkati FOKAL jadi unit bisnis yang menggerakkan anak-anak muda.”

Biasanya, Tuhan selalu jawab doa akhir tahun saya. Esok paginya, entah kenapa, saya kepengen menulis surat buat orang-orang muda yang saya kenal.

Di rumah, saya tidak terlalu banyak aktivitas. Laptop sengaja saya tinggal di Bandung, supaya saya tidak ‘diperbudak’ internet sehingga punya banyak waktu bercengkrama dengan orang tua serta adik-adik saya yang hebat itu.

Suatu siang, kami menonton TV bersama.  Lalu saya bercakap dengan adik saya yang paling kecil.

“Dek, jangan nonton-nonton sinetron yah, nggak mendidik. Aneh ini, kok TV sekarang tayangannya banyak yang nggak mencerdaskan yah!”

“Iya, ntah kenapa jadi kekgini yah.”

Yah, tak hanya TV yang sekarang memproduksi tayangan-tayangan ‘elek’ tanpa menimbang dampak serta akibatnya bagi yang menonton. Banyak media online pun melakukan hal yang sama. Konten-konten ‘busuk’ berserakan.

Pembodohan merajalela tak terhambat. Dugaan saya, konten tak bermutu itu terpaksa dikeluarkan demi rating, misi pribadi atau pemasukan. Sementara, bangsa yang maju ditentukan seberapa ‘pinter’ masyarakatnya.

Kemudian, saya ingat, ada anak-anak muda cerdas sekaligus kritis seperti kalian, yang selalu meramaikan media sosial dengan pertanyaan-pertanyaan yang mencerahkan terhadap konten-konten ‘ngawur’ itu. Melakukan berbagai kegiatan-kegiatan yang menginspirasi. Lebih gembiranya lagi, kalian gemar menulis hal-hal positif yang mendorong pertumbuhan pola pikir serta mental yang baik. Teruskan! Kita sedang berlomba menyebar yang ‘membangun’.

“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” – Yesaya 40:31

Dua hari setelah tahun baru, saya membuka Alkitab, kemudian teringat pada satu ayat yang menjadi panduan pula bagi saya. Dalam hati, saya menamai kalian, “Para Penanti Tuhan”. Yah, kalian rajawali! Cara kalian berbagi yang baik dan kritis itu merupakan ekspresi produktif kalian sambil menantikan kedatangan Tuhan. Kalian tidak mau orang lain hidup dalam pembodohan, apalagi penderitaan. Kalian tak letih!

Dua bulan sebelum 2014 berlalu, kita punya presiden baru. Kita punya semangat untuk pembaruan di segala bidang, dalam kehidupan kita juga sesama yang berbangsa.

Saya, salah satu yang percaya negara ini akan ‘tumbuh’ di tangan pemerintahan yang sekarang. Tentu tak baik jika berkacamata kuda. Tetap, mesti kritis! Apa yang tak elok, baiklah terus kita ‘kawal’ sambil kita lakukan perbaikan sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Apa yang baik kita dukung sambil kembangkan diri terus-menerus.

Setelah musibah Air Asia QZ8501, Jokowi langsung mengintruksikan untuk menemukan secepat-cepatnya sampai ketemu dan mengangkut semua korban. Yang saya rasakan, negara hadir bagi mereka yang kehilangan saudara-saudaranya.

Saya rasa, kalian pun sedang melakukan yang sama. Terhadap orang-orang yang kehilangan harapan, semangat, daya belajar, serta daya kerja. Kalian hadir bagi mereka yang haus “air segar”. Lewat apa yang kalian lakukan sehari-hari.

Saya memang tidak pandai membuat surat. Terlalu asal-asalan dan seenaknya yah. Tapi ini saya tulis dalam kejujuran hati saya sambil mendengarkan satu lagu yang paling saya suka. Abide with Me.

Kadang saya tanya pada Tuhan, “Kenapa yah kami harus saling berkenalan? Orang-orang yang rela pusing dan capek memikirkan serta mendorong pertumbuhan hidup orang lain? Apa darah kami ini betul-betul merah? Dan hati kami memang putih?”

Saya tak mendapatkan jawaban yang tuntas. Jawaban yang saya terima hanyalah penghibur, yang membuat saya tak bertanya lagi.

“Orang-orang yang punya semangat serta visi yang sama, percaya atau tidak, diperjumpakan Tuhan, dengan cara-cara yang gila. Supaya mereka sama-sama tahu, bahwa mereka tak sendirian. Meski dengan cara mereka yang berbeda-beda. Akan bertambah banyak pula orang-orang itu. Sehingga menghasilkan daya yang sangat besar untuk memperluas kebaikan Tuhan serta semangat pencerdasan.”

Apa yang harus saya tulis lagi? Saya berdoa untuk kesehatan serta mimpi-mimpi pribadi teman-teman. Tuhan besertamu, para rajawali! Selamat tahun baru 2015.

4 thoughts on “Surat 15 untuk Para Rajawali

  1. Terima kasih Bang. Surat Abang sudah sampai ke salah satu tujuan dengan tepat dan cepat. Hehe.
    Semoga di tahun yang baru ini kita dapat melanjutkan dan mengembangkan hal-hal baik yang sudah kita lakukan, serta memperbaiki hal-hal yg belum maksimal.
    Kiranya kita juga tetap setia mencita-citakan hal-hal indah yang dapat hadir di tengah kita dan bangsa kita, karena mengejar cita-citalah yang memacu kita untuk terus melangkah.
    Dan pesanku terakhir Bang, cepat karena ada yang dikejar, lama karena ada yang ditunggu.
    Semoga yang Abang tunggu segera tiba minimal menelpon/mengsms Abang.
    Hehe.
    Salam layan Bang!

    • Hai, Hat! Thanks semangatnya.
      Ahahaha. Kalau yang telpon sama sms udah biasa, ada. Tapi yang langsung nekat ketemu itu masih langka. Eh, tapi, tahun ini aku nggak fokus ke soal itu kok. Aku nggak diburu. Sampai ketemu di Bandung yah!

      Salam rajawali 15!

  2. Dan kami pun tak henti berucap terimakasih, untuk kehadiran seorang abang yang selalu mengingatkan kami, lewat ucapan maupun tulisan, untuk terus ‘hidup’ di dunia yang semakin gila ini.

    Terus menginspirasi Bang.

  3. Hai, Alvin. Senang sekali aku membaca komentarmu. Ahahaha.
    Kau pun menginspirasi banyak hal kok buatku. Thanks yah! Terus terbang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s