Menafsir Telegram Bernomor 31725X

sch1“Basar, selamat ulang tahun ya. Semoga Tuhan senantiasa menyertai perjalanan hidupmu dan memberi yang terbaik buatmu dan menjadi kebahagiaan dalam keluarga kita. Salam hangat dari bapak, mamak, dan adik-adikmu.” Begitu isi sms ayah saya pagi tadi.

Membacanya, angan saya pun langsung membayangkan, “Andai aku di rumah yah. Ah! Mamakku pasti masak yang paling enak! Bisa peluk-peluk sama mereka. Ah!”

Setelah itu saya lihat ada missed calls. Ibu saya ternyata sudah dua kali menelepon, Saya pun menelepon balik.

“Pagi, mak! Ahahaha. Ada apa?”

“Hahahaha. Selamat ulang tahun yah, anakku! Sehat-sehat dan diberkati Tuhan. Murah rejeki, bertumbuh, dan jadi berkat yah!”

“Iya, mak!”

Memang, beberapa tahun terakhir kami punya kebiasaan memberikan ucapan selamat kepada yang berulang tahun. Saya bersyukur keluarga kami bertumbuh menjadi keluarga yang seperti ‘sahabat’.

Seperti biasa, setiap kali bertambah usia, saya selalu mencoba mencari apa pesan Tuhan buat saya. Sayang, kali ini saya tak menemukannya. Tapi saya ingat, dua hari sebelumnya, entah kenapa saya teringat pada apa yang tertulis.

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka….” – Matius 7:12

Baiklah. Ijinkan saya satu kali ini mengklaim yang tertulis itu sebagai pesan Tuhan yang ingin saya lakukan. Kalau saya berharap dicintai, saya harus berani mengasihi. Ketika saya mau orang lain menghormati saya, saya mesti lebih dulu menghargai. Kalau pun! Kalau pun saya ingin orang lain mengatakan, “Si Basar itu baik yah!” Saya harus lebih dulu berhasil membuat mereka merasakan yang baik dari saya. Sederhana memang, tapi jarang sekali saya melakukannya.

Sebelum lupa. Saya pun menerima berbagai ucapan dan doa dari teman-teman. Baik lewat chat, sosial media, dan sms. Sudah barang tentu saya senang! Senangnya bukan main! Menandakan ada pribadi-pribadi yang hadir, mengingat, dan peduli pada saya. Mereka-mereka yang selalu mendoakan pertumbuhan sekaligus apa yang saya kerjakan. Luar biasa! Kalian hebat!

Oh iya, ada yang ‘lucu’ juga. Seseorang mengirimkan gambar pada saya lewat email. Menarik perhatian saya, dan dari pengirimnya itu pula saya belajar bahwa apa yang saya ingin orang lakukan pada saya, sebaiknya saya lakukan (yang baik) lebih dulu kepada mereka.

Terakhir. Semalam, jam 00 lebih sedikit, saya berdoa. Ada beberapa permohonan saya pada Tuhan yang baik itu. Memberikan kesehatan kepada kedua orang tua serta adik-adik saya. Membuka kesempatan-kesempatan supaya Kumata Studio semakin berkembang dan karyanya mendunia. Ada yang lainnya.Tapi maafkan saya, tidak bisa dituliskan disini.

Sekali lagi, terima kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s